Kamis, 11 April 2013



Pro dan Kontra Kurikulum 2013
            Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang amat membingungkan bagi banyak orang,  amat menggiurkan bagi mereka yang berkuasa, dan amat menyulitkan bagi mereka para pahlawan tanpa tanda jasa. Kurikulum yang sebenarnya  sudah dicanangkan sejak tahun 2010 itu mendadak membuat negeri  ini kehilangan separuh jiwanya. Pakar pendidikan, guru, dan murid dibuat “mikir” oleh kurikulum 2013, bukan mikir hasil ataupun dampak positifnya melainkan bagaimana mereka harus menjalankan kurikulum tersebut dan apakah hasilnya akan memuaskan.
            Kurikulum Indonesia sejak masa kemerdekaan sampai saat ini memang terus mengalami perubahan. Hampir setiap pergantian Menteri Pendidikan selalu dibarengi dengan pergantian kurikulum. Bukannya terjadi estafet pendidikan disetiap perubahan Menteri, tetapi hanya terjadi estafet jabatan yang sangat susah dicegah oleh setiap menteri, masing-masing Menteri memiliki pandangan sendiri mengenai kurikulum yang masih dipengaruhi oleh unsur politik, sehingga sampai saat ini kurikulum pendidikan negara kita belum jelas dan mantap.
            Bagi guru kurikulum 2013 hanya akan menyulitkan mereka dalam mengajar, dalam hal ini selain jam pelajaran yang ditambah tiap minggunya, digabungnya IPA dan IPS ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia SD kelas rendah, guru juga dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam setiap pemberian materi belajar.
            Ada yang berpendapat bahwa kurikulum 2013 merupakan metode baru di indonesia yang dapat dijadikan batu loncatan untuk memajukan negara indonesia , ada juga yang berpendapat bahwa kurikulum 2013 hanya akan menghancurkan bangsa. Bukan hanya itu, ada juga yang berpendapat perubahan kurikulum hanya dijadikan ajang pencarian harta bagi mereka yang berkuasa, dalam hal ini menteri. Kata-kata penting yang terasa tidak penting mereka lontarkan. Itulah negara kita, hanya suka berandai-andai tiap menghadapi suatu hal dan mengkritisi suatu topik.
            Seorang menteri tidak dengan mudahnya memutuskan suatu hal, apalagi yang berhubungan dengan tugas kenegaraannya. Berbagai pertimbangan pasti sudah dipikirnya matang-matang. Dua tahun lebih kurikulum 2013 dipersiapkan. Tukar pendapat dengan para pakar pendidikan, survei, maupun uji coba sudah dilakukan TIM penyusunan kurikulum 2013. Dengan persiapan yang panjang tentunya mereka mengharapkan sambutan yang positif dan dukungan dari masyarakat, tapi apa daya pro dan kontra di negara ini masih membudaya.
            Kurikulum berbasis tematik integratif ini secara tidak langsung sebenarnya sudah diterapkan 

pada kurikulum KTSP tetapi hanya sebagian dan hasilnya kurang memuaskan. Tidak ada salahnya 

ketika tematik integratif diterapkan kembali pada kurikulum 2013 dengan persiapan yang lebih 

matang tentunya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar